DISINTEGRASI SOSIAL SEBAGAI DAMPAK KONFLIK YANG MENGAKIBATKAN KEKERASAN

 1.Pengertian Disintegrasi Sosial

   Disintegrasi sosial adalah situasi tidak adanya persatuan serta kesatuan yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat.Secara harfiah, disintegrasi dipahami sebagai perpecahan suatu bangsa menjadi bagian-bagian yang saling terpisah. Menurut Soerjono Soekamto, disintegrasi adalah suatu keadaan yang terdapat di dalam masyarakat di mana adanya situasi ketidak teraturan, yang disebabkan oleh memudarnya norma dan nilai dalam suatu masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa disintegrasi, yaitu memudamya kesatupaduan dalam organisasi dan solidaritas antara yang kolektif, golongan, dan kelompok dalam suatu masyarakat.

sumber:tirto.id

   Situasi disintegrasi dipengaruhi oleh timbulnya ketidaksepahaman di antara anggota, tidak patuh terhadap norma-norma yang berlaku, tidak berfungsinya sanksi-sanksi menurunnya kewibawaan tokoh-tokoh masyarakat, dan lain sebagainya. Disintegrasi sosial juga dapat terjadi karena adanya perubahan sosial serta lembaga sosial yang melakukan perombakan lantaran adanya sikap dan juga tuntunan hidup manusia yang selalu berkembang dari waktu ke waktu. Potensi disintegrasi bangsa Indonesia menurut data empiris relatif tinggi. Salah satu indikasi dari potensi ini adalah homogenitas etnik dan linguistik yang rendah.

2. Gejala-Gejala Timbulnya Disintegrasi dalam Suatu Masyarakat 

   Terjadinya disintegrasi sosial dalam masyarakat dapat diketahui dengan adanya berbagai gejala-gejala yang muncul. Menurut Astrid S. Susanto, gejala-gejala timbulnya disintegrasi sosial dapat dilihat dari hal-hal berikut. 

a. Adanya ketidaksepahaman pada anggota kelompok tentang tujuan masyarakat yang semula menjadi landasan suatu kelompok. 

b. Norma-norma dalam kelompok dan yang dihayati oleh anggotanya bertentangan satu sama lain. 

c. Norma-norma sosial tidak membantu anggota masyarakat lagi dalam mencapai tujuan yang telah disepakatinya.

d. Sanksi sudah menjadi lemah dan bahkan tidak dilaksanakan dengan konsekuen. 

e. Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma-norma kelompok.

3. Bentuk Disintegrasi Sosial

   Ada berbagai bentuk disintegrasi sosial yang bisa kita temui dalam kehidupan bermasyarakat. Terjadinya berbagai bentuk disintegrasi sosial ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan sosial yang berbentuk revolusi, perubahan yang berpengaruh besar, ataupun perubahan yang tidak dikehendaki. Adapun contoh dari hal tersebut sebagai berikut


a. Aksi Protes dan Demontrasi

Aksi protes dan demontrasi merupakan salah satu contoh bentuk aksi perubahan yang dapat menyebabkan disintegrasi sosial suatu bangsa. Aksi protes dan demontrasi biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yang ditunjukkan kepada pemerintah maupun swasta. Adapun alasan dilakukannya aksi protes dan demontrasi ini, yaitu adanya ketidakpuasan terhadapkebijakan-kebijakan yang menyangkut kepentingan umum. Untuk itu, mereka bersama-sama menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan cara melakukan aksi protes dan demonstrasi.

b. Pergolakan Daerah

   Bangsa Indonesia yang multikultural dapat dengan mudah terpecah belah. Terjadinya pergolakan daerah menjadi salah satu penyebab terjadinya disintegrasi sosial dalam masyarakat Indonesia. Semenjak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, banyak terjadi pergolakan dan pemberontakan daerah. Hal ini tentunya dapat mengganggu stabilitas nasional sehingga menghambat jalannya perjuangan dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Terjadinya pergolakan dan pemberontakan daerah disebabkan oleh adanya rasa ketidakpuasaan dari kelompok-kelompok tertentu terhadap pemerintah yang sah. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh berbagai alasan, seperti ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. 

c. Kenakalan Remaja

   Kenakalan remaja merupakan salah satu masalah generasi muda yang menggambarkan disintegrasi akibat perubahan sosial. Sesuai dengan perkembangan psikologisnya, remaja memiliki dua ciri, antara lain keinginan untuk melawan, yang ditunjukkan dalam sikap keras walaupun kadang-kadang disertai rasa takut terjadi kehancuran dalam masyarakatnya dan sikap apatis atau masa bodoh. Biasanya disertai dengan kekecewaan terhadap masyarakatnya. Misalnya, sikap kurang senang terhadap ukuran moral generasi tua yang konservatif. 

d. Kriminalitas

   Kriminalitas atau kejahatan ialah gejala sosial yang bersifat disosiatif. Perbuatan ini dapat merugikan banyak orang dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Kriminalitas merupakan perilaku yang menyimpang dan cenderung melawan norma terutama norma hukum sehingga tidak sesuai dengan masyarakat. Adapun contoh tindak kriminalitas yang sering terjadi di masyarakat, di antaranya pembunuhan, penculikan, korupsi, pencurian, penipuan,perampokan,dan lain sebagainya. Tindak kriminal yang dilakukan secara individu atau kelompok dapat mengakibatkan terjadinya disintegrasi sosial yang semakin luas dan pada akhirnya menimbulkan masalah-masalah sosial lain secara berangkai dan satu sama lain saling terkait. Untuk itu, tindak kriminalitas harus benar-benar diatasi segera mungkin.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANFAAT TEKNOLOGI DIERA GLOBALISASI

KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA

Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli

Peran Mediasi dan Pihak Ketiga dalam Penyelesaian Konflik

Pemulihan, Rehabilitasi,Reintegrasi dan Transformasi Sosial

Menggali Potensi Luas Teknologi: Inovasi yang Menerobos Batasan

Kuliner Di Indonesia

Google meluncurkan saingan ChatGbt

TEKNOLOGI