MOBILITAS PENDUDUK
Mobilitas penduduk telah berlangsung sejak terciptanya manusia pertama kali. Pada dasamya manusia melakukan mobilitas dengan suatu tujuan, yaitu meningkatkan kualitas hidupnya mulai dengan pemenuhan kebutuhan pangan sekunder lainnya, dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa seseorang akan melakukan mobilitas dengan tujuan untuk memperoleh pekerjaan akan pendapatan. Dengan demikian, daerah tujuan mobilitas penduduk merupakan daerah di mana terdapat peluang yang lebih besar untuk memperoleh
pekerjaan yang lebih baik, atau peningkatan pendapatan.
A. Faktor Pendorong Mobilitas Penduduk
Menurut Soerjono Soekanto (2007), situasi pendorong terjadinya mobilitas dibedakan beberapa faktor sebagai berikut.
1) Faktor struktural
Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. Contoh konkretnya adalah ketidakseimbangan jumlah lapangan kerja yang tersedia dibandingkan dengan jumlah pelamar kerja. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor struktual adalah struktur
pekerjaan, perbedaan fertilitas, ekonomi ganda.
2) Faktor individu
Faktor individu adalah kualitas seseorang baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan, penampilan, maupun keterampilan pribadi. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor individu adalah perbedaan kemampuan, orientasi sikap terhadap mobilitas. dan kemujuran.
3) Keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial, Orang yang hidup dalam keadaan ekonomi yang sorba kekurangan, misalnya, daerah tempat tingga yang tandus karena kehabisan sumber daya alam, kemudian mereka yang tidak mau menerima keadaan ini berpindah tempat tinggal ke daerah lain. Secara
sosiologis mereka telah mengalami mobilitas.
4)Situasi politik
Situasi politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas sosial suatu masyarakat dalam sebuah negara. Keadaan negara yang tidak menentu akan memengaruhi situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman. Atau bisa juga disebabkan oleh sistem politik pemerintahan yang bertentangan dengan hati nurani maupun paham yang dianut. Jadi, meskipun negaranya subur, namun kondisi politik yang tidak kondusif bisa memengaruhi mobilitas masyarakatnya.
5) Kependudukan
Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arts geografik. Di satu pihak, pertambahan jumlah penduduk yang pesat mengakibatkan sempitnya tempat pemukiman dan pihak lain kemiskinan yang semakin merajalela. Keadaan demikian yang mendorong sebagian warga masyarakat mencari tempat kediaman yang lain. Misalnya, kepadatan Pulau Jawa mendorong para penduduk mengikuti program
transmigrasi ke luar Pulau Jawa.
6) Keinginan melihat daerah lain
Adanya keinginan melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan
mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain, misalnya berekreasi ke daerah-daerah tujuan wisata Selain faktor-faktor di atas terdapat faktor-faktor khusus yang memengaruhi terjadinya migrasi.
Adapun faktor-faktor khusus yang memengaruhi migrasi sebagai berikut.
1) Faktor daerah tujuan
a) Kesempatan memperoleh pekerjaan di daerah tujuan lebih banyak daripada di
b) Di daerah tujuan dianggap lebih mudah mendapatkan kesejahteraan yang lebih
tempat asalnya.
baik untuk memenuhi kebutuhan ekonominya dibandingkan daerah asal.
c) Daerah tujuan dianggap mempunyai lebih banyak fasilitas dan sarana prasarananya untuk mendukung kebutuhan hidupnya. Contohnya, fasilitas pendidikan, kesehatan, hiburan, dan transportasi.
2) Faktor daerah asal
a) Pemilikan lahan di daerah asal semakin sempit dan kurangnya kesempatan kerja akibat persaingan dan kepadatan penduduk
b) Kesejahteraan atau pendapatan di daerah asal sedikit karena upah tenaga kerja dianggap lebih rendah daripada daerah yang dituju.
c) Kurangnya fasilitas dan sarana prasarana pendukung kebutuhan hidup. Contohnya, fasilitas pendidikan, kesehatan, hiburan, transportasi, dan lapangan pekerjaan.

Komentar
Posting Komentar